Hey! I have not been updating my feelings here. Well, I want to tell you a little about what's happened lately.
Jadi, gue mencoba buat GAK mau ngulangin sesuatu yang buat gue hanyut didalamnya dan mengabaikan semua yang seharusnya bisa gak gue lakuin.'Yang kemarin2' memang sangat indah. Gak ada cacatnya sama sekali, dan bisa ngebuat gue bilang "these men, so perfect and he was the one who I was looking for."
Serius, khususnya beberapa bulan ini dia ngebuat gue lebih baik. Positifnya. Engga, dia gak buat gue negatif sama sekali. Nah! makanya gue sangat gak bisa ngelupain kenangan di saat2 gue berubah jadi lebih sayang Tuhan (walaupun Tuhan kami berbeda), lebih sayang keluarga dan gak gampang ngeluh. And yeah, he succeeded in making me change for the better.
Tapi, ada ganjalan yang gak bisa gue tolerir. I love him who have different beliefs and worship different god.
Masalah? Jelas, masalah buat gue. Gak rasis, Tuhan juga ngajarin gak saling membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lainnya kok. Termasuk dengan agama lain. Tapi.....dari kecil gue udah di ajarin untuk don't choose boyfriend of other faiths.
Dan bukan hanya satu alasan itu sih yang buat gue mikir berulang-ulang untuk semuanya. Ada alasan lain yang sampe sekarang sebenernya baru logis dipikiran gue.
By the way, dia membuat satu keputusan untuk gak memilih gue *mewek*. Melow sih, tapi gak ada yang salah juga. Toh dari awal gue gak bermaksud ngasih tau semuanya. Wajarkan kalo dia ternyata gak liat disini cewek cantik yang sayang sama dia. Silahkan kalo mau muntah, embernya disana. *SIGH*
Iya, jadi gue mengikhlaskan dia gak memilih gue. Serius nih, gak bokis-bokis an. Lah terus mau gimana lagi? Gue harus marah2 sendiri di twitter gitu? Terlalu childish kalo menurut gue. No offense.
Honestly, gue lebih milih buat 'ngalihin' perhatian gue ke yang lain supaya gak terlalu hanyut sama ke kecewaan.
Masih susah? Ya masih. Apalagi semalem dia baru bales mention gue. Iseng sebenernya gue mention dia, eh dibales. Ngga sengaja pula ngeliat dia mention2an sama pacarnya. Langsung gue touch tulisan back. Gak mau melowww!
Well, beberapa minggu ini gue ketemu sama seseorang yang hampir sama dengan dia. Lingkungan mereka sama, dan yang lebih penting sama-sama sayang Tuhan. Tapi bedanya...we are the same religion 8) Ahh...gak mau terlalu ngerasain banget. Because, I want to play with the hearts and minds.
Random fact's abt me
- Hanny Anggara
- BSD, Indonesia
- 1. I'm already followed Allah since in my mother's belly / 2. I can joke and laugh in every case, but I would seriously if in many ways / 3. I was a little stubborn / 4. a good listener / 5. I'm very bad at starting conversations with others / 6. I dunno how to be evil to others / 7. I'm late most of the time / 8. I really love God, my parents, my brother, my family, my friends, blue, and someone who I loved in the future / 9. in some situations, I'm not using a plan / 10. I love the sunset, romantic dinner, go to the beach with the person I loved.
Sunday, February 19, 2012
Saturday, January 7, 2012
-4˚ Celcius
Kepada yang selalu bisa membuat hatiku dingin
Selama ini pasti kau
tak tau kan kalau aku pandai. Aku pandai, menyimpan hatiku dalam kulkas.
Aku simpan hatiku di kulkas, kelak biar tak busuk. Karna lebih baik
hatiku beku dari pada hatiku busuk.
Dan kamu selalu berhasil membuat aku memiliki alasan untuk mengeluarkan hatiku ini kemudian menaruhnya di kulkas dekat dapur.
Aku takut hatiku
menjadi busuk apabila aku tak mendinginkannya. Bila sudah waktunya nanti
aku percaya pasti ada seseorang yang akan datang dan membuat aku bisa
mengeluarkan hati itu dari kulkas dan memanaskannya di atas tungku. Dan
yah semoga, hati itu akan menjadi hangat kembali.
Lalu terkadang aku
lupa kalau hati itu sedang berada di dalam kulkas. Aku berjalan-jalan
entah kemana menyusuri kegamangan dengan dadaku yang bolong. Dan semua
orang mulai berbisik-bisik di belakangku bahwa aku adalah manusia yang
tidak punya hati.
Siang ini aku menggenggam termometer menuju kulkas. Aku keluarkan hatiku yang telah lama beku di dalamnya. Aku ukur suhunya.
Hati = -4˚ Celcius
Di luar panas. Ini,
hatiku yang dingin, minumlah. Hatiku beku, pecah menjadi bulir-bulir es
yang bisa kau taruh di gelas yang penuh air mata itu.
Bila air matamu dingin, mungkin ada aku disana.
Friday, January 6, 2012
#tulisantengahmalam
Menunggu itu seperti jeda. Jeda yang ada pada dua
buah buah kata, yang biasa dipakai penulis dengan tanda koma. Pasti ada
kelanjutannya.
Aku tidak pernah melihat bahwa menunggu itu adalah
spasi. Karna buatku, lebih baik kau memberikanku banyak tanda koma dari
pada banyak spasi. Karna bila kau memberikanku banyak spasi, itu akan
menjadikannya kosong. Dan kemudian menjadi jarak.
Kita berdua adalah dua buah kata. Yang berdiri
berjauhan. Dan koma itu adalah waktu. Tentu saja yang berdiri duluan itu
yang memberikan waktu. Entah kamu atau aku yang memberikan waktu, yang
jelas kita sama-sama menunggu? Betapa dungunya.
Kita berdua adalah dua buah kata. Yang berdiri
berjauhan. Dan koma itu adalah gengsi. Yang tidak kenal kata rindu.
Kemudian menyiksa. Kemudian hati mati. Meledak di tengah jalan. Darahnya
berceceran di keypad handphone –ku. Brengsek!
Kita berdua adalah dua buah kata. Yang berdiri
berjauhan. Dan koma itu adalah pisau. Menunggu di rak dapur. Yang di
akhir cerita kita akan tahu. Siapa yang berhasil meraihnya lebih dulu.
Kita berdua adalah dua buah kata. Yang berdiri berjauhan. Dan koma itu diam-diam menjadi spasi yang panjang.
Menunggumu, lambat laun menjadi jarak. Yang membuat
tempat dimana kita berdiri menjadi sangat jauh, tanpa ada embel-embel
‘dekat di hati’. Karna hatipun kini sudah sama-sama mati.
Lalu mulailah keluar banyak lagu lama dari bibir para penyair “sampai kapanpun aku akan menunggumu, sayang” PRET!!
Koma yang tidak beraturan saja tidak bisa kita atasi, lalu jarak yang kosong apa kabar dunia?
1 : 48 aku berhenti menuliskan ini. Dan hanya ada 1 kata panjang yang ingin aku sampaikan.
bisakahakuhanyainginmenunggumutanpaspasi (?)
S E L E S A I
#np Death Cab For Cutie - Transatlanticism
_______________________________________
Sunday, December 4, 2011
111104---
I’m sorry.
I’m
sorry I don’t have the most perfect skin.
I’m
sorry I don’t look like a Victoria Secrets model
I’m
sorry I don’t have the best style.
I’m
sorry I’m not tall.
I’m
sorry I’m not perfectly skinny- 5’7 nor 100 pounds.
I’m
sorry I have stretch marks here and there.
I’m
sorry I have bad hijab days.
I’m
sorry that I’m plain.
I’m
sorry my eyebrows aren’t thin and perfectly trimmed.
I’m
sorry my face isn’t caked in make-up.
I’m
sorry that I can never meet society’s standards.
But
you know what?
I
don’t need to care about society’s criteria.
I
don’t need people to tell me I’m beautiful.
I
don’t need compliments to make me feel
better.
I
don’t need a superficial love that can’t withstand a stretch mark here or chub
there.
I
don’t need to keep sinking into a never ending pit of low self-esteem.
Because
I looked to Allah, and He told me the perfect recipe to be Beautiful.
Not
just temporarily, but forever.
“And
the servants of the Most Merciful are those who walk upon the earth easily, and
when the ignorant address them [harshly], they say [words of] peace,…” [25:63]
“And
[they are] those who, when they spend, do so not excessively or sparingly but
are ever, between that, [justly] moderate {25:67]
“And
he who repents and does righteousness does indeed turn to Allah with [accepted]
repentance. And [they are] those who do not testify to falsehood, and when they
pass near ill speech, they pass by with dignity. And those who, when reminded
of the verses of their Lord, do not fall upon them deaf and blind. And those
who say, “Our Lord, grant us from among our wives and offspring comfort to our
eyes and make us an example for the righteous.” Those will be awarded the
Chamber for what they patiently endured, and they will be received therein with
greetings and [words of] peace.” [25:71-75]
Ya
Allah, when the world criticizes me a million times over
Ya
Allah, when the world keeps telling me hurtful things
Ya
Allah, when the world keeps pushing “ugly” at me.
Give
me the courage to hold firm to your Deen.
Ya
Allah, as long as I am beautiful to you, nothing else matters.
Ya
Allah, even when everyone leaves my side, let me take comfort in the fact that
Friday, November 25, 2011
Comfortluxe
ISIS is an Indonesian label founded by Andrea Risjad and designed by Amot Syamsuri Muda. Their creation is all about balancing comfort and luxe, like metallic dress with soft leather skirt, for instance. Celebrating an exuberant spirit for life and all things beautiful, especially with their philosophy, “be yourself”.
xoxo,
Hanny Anggara
Subscribe to:
Posts (Atom)







