Random fact's abt me

My photo
BSD, Indonesia
1. I'm already followed Allah since in my mother's belly / 2. I can joke and laugh in every case, but I would seriously if in many ways / 3. I was a little stubborn / 4. a good listener / 5. I'm very bad at starting conversations with others / 6. I dunno how to be evil to others / 7. I'm late most of the time / 8. I really love God, my parents, my brother, my family, my friends, blue, and someone who I loved in the future / 9. in some situations, I'm not using a plan / 10. I love the sunset, romantic dinner, go to the beach with the person I loved.

Saturday, June 21, 2014



Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?

Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan?

Masihkah ada waktu untuk kita bersama?

Jika memang kamu harus pergi, berikan aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.

Ironis. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.



-Surat Untuk Ruth-

Saturday, June 14, 2014

sometimes find myself staring at your picture on my cell-phone's screen, and wondering if i should text you or not. always curious on what you're doing, but too scared to ask. wanting to text, but always ending up putting down my phone. so if you ever wonder why i never text you anymore, keep in mind that i want you to know i do that for my own good. i'm keeping this emotion, i'm having to stay awesome.
like i've told you; i'm not hurt at all, even after you're gone. i keep distance with a reason, but just because i'm avoiding you doesn't mean i hate you. it means that i might still be wanting you, but i know that it isn't right or i know nothing is going to happen. but who knows? someday is mystery.

Sunday, June 1, 2014

Sumpahku Padamu

ada permata-permata kecil di dalam ingatan. selalu menyala, memberi ketenangan, sekalipun harus melangkah dengan memejam. mungkin permata- permata itu memantulkan cahaya dari wajahmu; bayangan yang masih terpelihara di dalam hati.

menyayangimu seperti mengalir, aku tak pernah menjumpai hilir. tiada muara untuk aku dapat melupakanmu. hingga di penghujung hari ini, katakanlah sisa sedikit langkah ke pintu masuk menuju esok, tetapi ada tumpukan kenangan yang menumpuk di kereta kecil yang kuseret.

aku pernah meminta hatimu dengan sangat, tetapi tidak dengan memaksa. aku tidak mungkin mengemis untuk memohon kau jujur pada dunia, bahwa akulah satu- satunya yang kau ingin mendampingimu, bahwa kau tak akan pernah menemukan kebahagiaan jika hidup tanpa kekuranganku. sebab akulah pelengkapmu, sayangku. kau dan aku hanya akan menjumpai hari yang selalu seperti tak pernah berakhir.

tidak, menurutku keadaan bukan pemenang, sebab cinta tiada lawan. kau hanya menyerah dan seperti gelas yang jatuh ke lantai, mimpi kita tinggal serpihan. sekarang baiklah, menikahlah dengannya! aku bersumpah, wajahku akan selalu ada di tiap kau memejamkan mata.
aku bersumpah, selama kau masih ingat namaku, peluknya akan selalu terasa hambar.

Wednesday, May 28, 2014

kekasih, mempertahankanmu adalah caraku membanggakan anugerah Tuhan. kamu hanya begitu kecil di mata dunia, yang terlalu jelas dilihat Tuhan, walau kusimpan di dalam hati.

Saturday, May 10, 2014

Hai, pencuri hati!

Teruntuk si pencuri hati,
Hai kamu yang belakangan ini sudah membuat jantungku berlomba dan membuat aku seolah hidup kembali. Iya kamu, kamu si pencuri hati yang telah berani-beraninya membuat aku jatuh cinta. Tapi ngomong-ngomong, terimakasih sudah berhasil mencuri hatiku, setidaknya kamu mengingatkanku kembali dengan bagaimana menyenangkannya ketika jatuh cinta..
Hai kamu, si pencuri hati. Terimakasih banyak telah berani-beraninya mencuri hatiku yang sudah sejak lama dibiarkan untuk bertahan bersama masa lalu, terjebak dalam hal yang tidak menyenangkan.. Mungkin yang lebih tepatnya aku harus berterimakasih pada tuhan yang telah mengizinkan aku untuk merasakan begitu menyenangkannya ketika jatuh hati.. Tuhan itu maha baik, ya..
Entahlah, bagiku ini sangat lucu, sampai-sampai membuat aku tertawa dan ditertawakan oleh teman-temanku hanya dengan sebuah pesan yang kamu kirimkan, mungkin karena sudah lama aku tak seperti ini, kata orang aku seperti hidup kembali ketika jatuh cinta, katanya aku sumringah sekali saat menceritakanmu, dan memang aku pun suka menceritakan segala tentangmu, mendeskripsikan tentang kamu. Dan selain itu, salah satu keahlianmu adalah kamu bisa membuat aku terjaga sepanjang malam demi menunggu balasan pesan darimu, membuat aku bertanya-tanya sepanjang malam pesan apalagi yang harus aku kirimkan agar pembicaraan ini tak berakhir begitu cepat. Menghabiskan waktu dengan berbincang denganmu itu sangat menyenangkan, sesekali membuatku mengabaikan rasa kantukku, sesekali juga membuat aku heboh sendiri di hadapan teman-temanku.
Mungkin kamu pun bertanya-tanya, mengapa harus ada tulisan ini.. Mungkin aku hanya bisa menjawab adanya tulisan ini sebagai tanda terimakasihku kepadamu yang telah sukses membuka hatiku dan mengambilnya lalu kamu bawa pergi dan aku harap kamu menyimpannya baik-baik, jangan kamu jatuhkan bahkan kamu hancurkan sembarangan. Terimakasih banyak telah membuat aku senyum-senyum sendiri belakangan ini, terimakasih telah menjadi orang menyenangkan, terimakasih sudah membuat aku selalu bertanya-tanya dan terjaga di setiap malam demi menunggu pesan-pesanmu, yang terakhir adalah terimakasih telah mencuri hatiku.
Tertanda,
Aku yang teramat bahagia telah kamu curi hatinya.. 

Monday, April 1, 2013


We didn’t care if people stared
We’d make out in a crowd somewhere
Somebody’d tell us to get a room
It’s hard to believe that was me and you
Now we keep saying that we’re ok
But I don’t want to settle for good not great
I miss the way that it felt back then I wanna feel that way again

Been so long that you’d forget the way I used to kiss your neck
Remind me, remind me
So on fire so in love. Way back when we couldn’t get enough
Remind me, remind me

Remember the airport dropping me off
We were kissing goodbye and we couldn’t stop
I felt bad cause you missed your flight
But that meant we had one more night

Do you remember how it used to be
we’d turn out the lights and didn’t just sleep
Remind me Remind me
Baby remind me
Oh so on fire so in love
that look in your eyes that I miss so much


Remind me, baby remind me

I wanna feel that way
Yeah I wanna hold you close
Oh If you still love me
Don’t just assume I know
Do you remember the way it felt?
You mean back when we couldn’t control ourselves
Remind me, remind me
Yeah remind me
All those things that you used to do
That made me fall in love with you
Remind me. Oh Baby Remind Me

Yeah you’d wake up in my old t-shirt
All those mornings I was late for work
Remind me

Oh baby remind me
Remind Me, Brad Paisley Ft Carrie Underwood.♥

Dia datang tak pernah aku harapkan, dia datang entah bagaimana caranya, dia bahkan orang yang aku kenal sedari dulu, dia hanya datang secara tiba-tiba tanpa-aku-harapkan, aku yakin ini hanya skenario Tuhan untuk kisah cintaku, namun pada akhirnya memang aku jatuh sangat dalam dengan segala rasa bahagia, tangisan kecewa dan terluka juga senyum sumringah. Atas dasar apa kemudian Tuhan mengirimkannya untukku? Bertahun-tahun aku mengagumi setiap pria yang aku rasa menarik perhatianku, begitu banyak pria yang silih berganti mengisi sebagian kepalaku tapi tak pernah berhasil aku miliki. Mereka-bukan-jodohku, begitu mungkin nampaknya. Atau mungkin menurut Tuhan aku belum diizinkan untuk menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria yang aku kagumi, berkali-kali aku merasa kagum dan menyukai pria-pria itu karena mereka menarik dan tentu saja memiliki apa yang aku sukai ah tapi buktinya tak ada yang jadi milikku satu pun. 
"Dia yang kan menjadi jodohmu dan menjadi milikmu tidak selalu dia yang kamu inginkan, mungkin bisa jadi dia adalah orang yang datang tiba-tiba untukmu tanpa punya apa-apa namun bisa membahagiakanmu."
Aku harap aku menjadi orang yang mendapatkan hal itu.



yours, Hanny Anggara :)

Friday, February 22, 2013


Andai jatuh itu mudah, pasti hatiku tidak lebam sendiri seperti ini.
Ini lebam karena tanda tanya.
Iya, aku pasrah ditinju tanda tanya.
Sungguh aku ingin menumbuk tanda tanya,
lalu diseduh dengan gula dan kopi,
terlarut dalam cangkir dan kusesap hingga tetes terakhir.
Jika kamu ingin tahu, jumlah tanda tanya di kepalaku ini rasanya sebanding dengan jumlah bayangmu di thalamus.
Boleh minta tolong untuk terakhir kali?
Beri aku satu pasti dan semua tanya akan mati.

Sunday, February 17, 2013

Surat Untuk Hanny Anggara

 Hai manusia bodoh, masih bodohkah kamu hari ini? Atau kamu sudah punya pilihan lebih baik? Apapun itu kodoakan selalu yang terbaik untukmu, kamu pasti tahu yang terbaik untuk dirimu sendiri. Tapi bisakah aku mengingatkanmu sekali lagi? Sudahkah kamu sadari apa yang kamu lakukan bukan hanya akan menyakitimu, tapi juga menyakitiku.
 Sangat beralasan kamu menunggunya, aku merasakannya. Kamu masih sangat mencintainya, meski hanya bertukar pesan dengannya pun kamu sudah bahagia. Akupun ikut tersenyum jika kamu bahagia, tapi sampai kapan aku akan kamu buat seperti Roller Coaster? Sesekali kamu terbangkan, disaat yang lain kamu jatuhkan aku. Bisakah kamu berhenti menyiksaku?
 Aku tahu kamu sudah berjanji padaku, ini yang terakhir kali kamu menyakitiku. Dan aku sudah terlanjur untuk mengiyakan permintaanmu, tapi sampai kapan aku harus menahan siksa? Luka yang kamu goreskan padaku sudah banyak. Berulang kali aku memendamnya dengan membiarkanmu menunggunya meski tanpa kepastian.
 Aku sudah mengingatkanmu, semua keputusan kuserahkan padamu. Apakah kamu akan terus menunggunya atau kamu akan pergi dan membiarkan aku sedikit mengobati luka yang sudah banyak kamu tinggalkan untukku.

P.S: Aku akan menunggumu.
dari, hatimu.

Friday, February 15, 2013

Dear Mama, Lihatlah Betapa Aku Sangat Memerlukanmu

Dear Mama… 
Sebenarnya aku bingung mau menulis surat ini seperti apa. Begitu banyaknya kesempatan dan waktu yang aku punya untuk bisa mengucapkan terima kasih dan rasa cinta yang begitu dalam buatmu karena kita tinggal serumah, tapi kadang aku merasa malu untuk mengungkapkannya. Begitu banyak waktu yang kita habiskan saat malam tiba tepat ketika aku pulang ke rumah setelah sekolah atau sebelum aku kembali pergi ke sekolah, tapi sepertinya aku hampir tak pernah mengucapkan kalau aku sangat menyayangimu.

Dear Mama… 
Maaf ya kalau aku bahkan sama sekali tak pernah lagi mencium tanganmu lagi ketika aku mulai beranjak remaja setiap kali aku mau pergi berangkat sekolah, les atau pergi dengan teman-teman. Entahlah Ma, aku rindu masa-masa itu lagi. Menyalam tangan Mama, lalu pamit. Yang aku lakukan sejak kecil sampai sekarang usiaku sudah 17 tahun hanya pamit lewat bibir. Aku minta maaf untuk itu Ma…

Dear Mama… 
Maaf kalau aku kesannya selalu jarang punya waktu untuk ngobrol dengan Mama. Bahkan kesan yang aku berikan ke Mama kadang seperti aku enggan berbicara dengan Mama. Maaf kalau Mama merasa aku seperti malas berkomunikasi dengan Mama. Tiap kali aku pulang ke rumah aku sudah terlalu lelah dan sangat malas untuk berbicara. Itu sebenarnya alasannya Ma. Tapi aku tidak pernah mengungkapkannya. Yang ada aku hanya diam dan Mama jadi kesal melihat aku seperti acuh tak acuh.

Ma… 
Aku sangat bersyukur dan bangga bisa punya perempuan sepertimu. Sangat kuat, tegar, dan tak pernah terlihat lemah di mataku. Bahkan ketika menangis, secepat mungkin air mata itu akan Mama hapus seolah tak pernah jatuh setetes pun.

Mama memang tidak pernah cerita seperti apa dulu Mama waktu sekolah. Apakah Mama pernah juara atau paling tidak selalu mendapat nilai 10. Yang aku tau, Mama selalu mendukung aku dan adik untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Mama selalu mengingatkan aku dan adik untuk tidak pernah lupa mengerjakan PR. Bahkan di saat aku sedang sibuk-sibuknya mengusrus perguruan tinggi saat ini, Mama tak pernah lupa mengingatkan aku untuk jangan lupa makan kalau sedang mengerjakan tugas-tugasku. Kadang aku kesal karena aku merasa aku bukan lagi anak kecil yang harus diingatkan untuk hal-hal sepele seperti makan. Tapi nyatanya? Lihat, aku selalu perlu Mama kan.


Dear Mama…
Makasih karena Mama tak pernah bosan mengingatkan aku untuk ini-itu. Maaf kalau kadang aku pernah membentak Mama karena Mama berulang-ulang untuk mengingatkan hal yang sama. Aku sadar itu Mama lakukan karena Mama tidak ingin ada sampai yang salah kulakukan. Tapi aku malah sering kali menyebutnya sebagai kecerewetan yang tak ada hentinya.

Mama yang selalu mengalah. Terima kasih karena kadang untuk debat-debat yang sangat menyebalkan, Mama selalu diam dan mengalah. Padahal aku yang salah. Ah, aku sungguh menyesal Ma. Aku tau usiamu sudah bertambah tua, tapi aku selalu lupa dan tak sadar kalau suara yang keras dariku akan semakin mengurangi umurmu. Aku mau minta maaf untuk itu. Kita sering berdebat sebenarnya karena hal-hal yang sepele dan itu pun sebenarnya karena aku yang keras kepala. Lihat, untuk hal sepele sekalipun, aku tetap memerlukan Mama kan.

Dear Mama… 
Waktu Mama sakit, mungkin aku tidak seperhatian Mama ketika aku sakit. Saat sakitpun Mama masih mengupayakan diri untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa Mama kerjakan. Aku ingat betul, yang Mama inginkan dari Tuhan itu cuma kekuatan dan kesehatan. Mama pernah bilang kalau, “Mama bukan mau memanjakan kamu dengan mengerjakan hampir seluruh pekerjaan rumah. Mama tau kamu sangat lelah di luar sana waktu umtuk sekolah.” Tapi untuk menyimpan pakaian yang sudah Mama setrika atau mengucapkan terima kasih pun aku jarang. Maaf ya Ma.

Ma, sebenarnya aku selalu memperhatikan Mama. Maaf ya kalau aku kelihatan seperti tak pernah perduli dengan lebih banyak diam di rumah. Aku pernah dan sudah bilang kan, itu karena aku lelah, jadinya aku malas untuk bersuara. Makasih karena Mama selalu paham untuk hal tersebut.

Dear Mama.. Aku rasa aku akan memerlukan Mama seumur hidupku. Aku perlu doa Mama, aku perlu campur tangan Mama, aku perlu omelan Mama, kecerewetan Mama, bentakan Mama, semuanya Ma. Dulu, aku selalu berpikir kalau aku sudah besar aku tak akan memerlukan Mama terlalu banyak. Nyatanya aku tetap perlu Mama dalam segala hal. Untuk menyiapkan sarapan yang akan kubawa ke sekolah saja pun aku sering tak sanggup. Mama yang menyediakan. Aku juga malu karena sampai saat ini Mama masih lebih sering mencuci piring dari aku. Aku selalu beralasan lelah kalau melihat tumpukkan piring. Maaf ya Ma kalau kesannya aku mencari Mama ketika aku perlu saja.

Ma… Kalau untuk hal-hal kecil dan terkesan sepele saja campur tangan Mama sangat berarti, apalagi untuk laki-laki yang akan menemani aku nanti. Ma, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan dengan Mama. Tapi aku sangat malu dan sepertinya aku memang susah berkomunikasi dengan Mama ya? Maaf ya Ma, kalau aku lebih sering memilih teman-temanku untuk mendengarkan semua ceritaku ketimbang Mama. Aku merasa bingung harus seperti apa kalau aku menceritakannya dengan Mama.

Tapi lewat surat ini, aku ingin Mama tau. Kalau beberapa waktu lalu, iya, beberapa tahun lalu, aku, anak gadismu sedang berada dalam lingkaran keterpurukan yang luar biasa. Seharusnya aku mencari Mama untuk menceritakan semua yang aku rasakan. Mulai dari sakit hati, patah hati, luka hati yang semakin menganga, ya semua Ma. Tapi aku malah bungkam. Maaf Ma, lagi-lagi aku hanya bingung mau seperti apa dan mulai dari mana untuk menceritakannya.

Aku hanya ingin bercerita ke Mama kalau saat ini aku benar-benar membutuhkan sosok seorang laki-laki yang bisa melindungi dan berbagi dengan aku. Aku benar-benar memerlukan seseorang yang bisa kupeluk saat aku sedang terpuruk, seseorang yang bisa memarahi aku kalau aku sering sepele dengan hal-hal kecil, seseorang yang bisa mengelus kepalaku dan berkata, “Kamu yang sabar ya.” saat aku kena marah oleh orang lain, seseorang yang bisa menemani aku setiap malam untuk mengerjakan tugas sekolahku yang masih belum selesai, seseorang yang bisa mendukung pendidikan dan karierku, seseorang yang mau memberikan bahunya tanpa bertanya apapun saat aku benar-benar sangat lelah dan ingin menangis, seseorang yang mau memeluk aku dari belakang atau mengizinkan aku memeluknya dari belakang, seseorang yang mau meminta aku untuk membuatkan makan siangnya, seseorang yang. Apa yang kusebutkan tadi terlalu banyak? Ya aku butuh laki-laki seperti itu Ma.

Dear Mama… Akhirnya aku sadar aku akan selalu memerlukan Mama. Aku tentu belum pintar memilih. Bagaimanapun Mama duluan dari pada aku. Mama pasti tau bagaimana seharusnya seorang perempuan memilih. Ma, saat ini usiaku masih 17 tahun, tapi aku belum bisa memutuskan pilihanku. Aku perlu Mama, aku perlu doa Mama. Maaf, aku bukan hanya perlu, aku sangat butuh doa Mama. Karena kalau dengan kekuatan dan cara hatiku bertindak, aku takut aku gegabah.

Ma, ada yang mau kutanyakan. Aku kadang tak tau apakah permintaanku terlalu banyak atau seperti apa. Yang aku minta dengan Tuhan soal laki-laki yang aku inginkan itu sebenarnya tidak banyak. Tapi entahlah menurut Mama. Aku biasanya meminta agar laki-laki itu adalah laki-laki yang mencintai Tuhan lebih dari apapun, bukan hanya pikirannya yang cerdas tapi juga hatinya, laki-laki yang tidak hanya bisa memuji aku tapi juga memarahi aku kalau aku salah, laki-laki yang bisa menjadi teman terbaikku dalam hal apapun, laki-laki yang bisa membuat aku utuh sebagai perempuan ketika aku di sampingnya, laki-laki yang tidak hanya mendukung aku tapi juga membutuhkan dukungan dariku.

Aku perlu dan aku membutuhkan laki-laki itu sebagai seseorang yang istimewa dalam hidupku Ma. Tenang Ma, aku tidak akan menduakanmu saat aku bertemu dengan laki-laki itu. Mama juga tidak perlu khawatir aku tidak memerlukan Mama lagi kalau nanti aku bertemu dengan laki-laki itu. Karena aku akan selalu memerlukan Mama.

Aku akan selalu memerlukan Mama dalam hal apapun. Baik untuk pesta pernikahanku nanti, maupun saat aku sudah berkeluarga. Aku pasti akan selalu memerlukan Mama. Aku mau Mama juga berperan dalam pesta pernikahanku yang sederhana nanti. Mama ingat kan kalau Mama selalu bilang kalau Mama masih ingin hidup bahkan ketika aku sudah punya anak dan berkeluarga nanti? Aku juga akan meminta itu dengan Tuhan nanti.

Untuk pernikahanku nanti, aku mau gaun putih gading. Tapi bolehkan aku yang memilih modenya? Aku mau gaun yang bisa memperlihatkan punggungku dengan indah. Dan aku juga ingin memakai adat Minang dan adat Jawa seperti yang ku idam-idamkan dari kecil. Mama bisa kan menjahit gaun seperti itu? Kalau pun tak bisa, Mama bisa kan menemani aku mencarinya bersama calon suamiku nanti?

Dear Mama… 
Maaf ya kalau sampai saat ini aku masih belum bisa mengenalkan siapa laki-laki itu. Makanya kubilang aku perlu doa mama. Kalau Mama bertanya siapa pacarku, nanti, aku pasti akan mengenalkannya dengan Mama. Dan kalau Mama bertanya di usia berapa aku mau menikah, nanti di usia 23 atau mungkin 25 tahun. Dan mama tak perlu cemas atau bahkan khawatir, sekali lagi aku mau Mama tau kalau aku akan memerlukan Mama sampai kapanpun.

Ma… Mama jangan terlalu lelah ya.. Jaga kesehatan, sering-sering minum vitamin. Aku janji setelah ini aku akan menghabiskan waktu lebih banyak lagi untuk Mama. Aku akan bercerita apapun, semua dengan Mama. Nanti, waktu aku menikah, aku mau Mama yang mengurus semuanya. Maaf kalau aku baru berani mengungkapkannya lewat tulisan kalau aku sangat sayang dengan Mama.

Peluk hangat Putrimu, Hanny.

Sunday, December 9, 2012

about this feeling

You know that moment when you look at certain photos and you caught yourself laughing or smiling because it reminded you of something you couldn't forget? Like all the memories just flash back right in front of you when you see those photos? I recognized that feeling so well. In fact, it has become an addiction to look at those photos because it reminded me of how I used to live my life the way I thought I never will- In joy.
I have been such a mess these few weeks. My feeling and emotions were (not surprisingly) mixed up. Like everything is not right these few weeks. I have this enormous fear about not scoring my spm. I am so damn close on giving up in my studies because of the shame I'll get if I didn't score well in it. But it's funny how when you're about to give up on something, just on that moment, you realized of how bad you want it in the first place.


"I try to remind myself when I feel great like this that there will be another terrible week coming someday, so I should store up as many great details as I can, so during the next terrible week, I can remember those details and believe that I'll feel great again" -Charlie (The perks of being a wallflower) 


xoxo,
Hanny Anggara
Aku tidak terpikir untuk menyingkir sebutir pasir, meski kau datang begitu lama. Sekarang bersenang-senanglah untuk menjadikan aku seperti telapak kaki telanjang yang meraba-raba tajamnya batu-batu kecil yang berserakan di tengah jalan hidupku ini. Sungguh dan mengherankan, aku tidak faham tentang banyak hal, tetapi bukanlah suatu kekeliruan bila aku mencintaimu. Maka adakah aku diam dalam jidatmu saat kamu berlaku seenak jidat dan enggan menepuk jidatmu sendiri?

Sayang, terkadang cinta adalah masalah hidup yang berat, namun kaki ku tidak merasa ringan untuk memilih lari dari itu. Tanganku harus kuat memukul bintang dilangit untuk kusanggup melepaskanmu dari genggaman. Kaulah hamparan alam di bawah langit duniaku. Datanglah dengan segera!

Tuesday, November 27, 2012

Untitled.

Kamu, perbolehkan jari-jariku untuk mengetik rangkaian kalimat yang akan bercerita tentangmu. Sebelumnya, coba kamu bayangkan keadaanku saat ini. Saat aku menulis ini didepan komputer. Sudah malam. Tidak ada matahari yang membakar. Sesekali aku berayun. Tanganku masih sibuk dengan handphone. Dan tiba-tiba suffle dipemutar musik memperdengarkan lagu Crush-nya David Archuleta.
Sudah tebayangkan? Sudah bisa mereka-reka? :)

Hey, ingatkah kamu bagaimana awal pertemuan kita? Aku yakin kau tidak akan mengingatnya.
Berawal dari pertemuan saat aku pertama kali menyadari keberadaanmu. Iya, sebelumnya aku sudah mengenalmu. Bagaimana tidak, kamu dikenal oleh banyak orang.
Kita bertemu di pesta ulang tahun temanku, aku masih ingat kau memakai baju bewarna biru dan celana jeans mu itu. Aku ingat senyum yang tersungging dari bibirmu, aku ingat tawa yang kau lepas dari bibirmu. Aku sangat ingat.
Berawal dari itu, jemariku tak ubahnya sibuk memencet tombol untuk mencari tahu tentangmu. Itu adalah sebuah kebiasaan yang wajar dilakukan seseorang ketika ia bertemu seseorang yang berhasil menarik perhatiannya. Dan tanpa pernah kusangka sebelumnya, kamu merespon! [insert dancing emotion here].
Aku jarang sekali memulai percakapan denganmu. Oh, lebih tepatnya, kamu yang jarang merespon dan menyadari keberadaanku. It's hurt.
Beruntung, setiap hari aku masih bisa melihatmu. Melihat tawamu, melihat senyummu, melihat tingkahmu yang konyol itu. Dari kejauhan. Iya, hanya dari kejauhan. Biar aku nikmati adamu dari kejauhan, tanpa kau perlu tahu bahwa sebenarnya aku masih memperhatikanmu.

Bulan demi bulan berlalu, aku masih terus hanya berani memperhatikanmu dari jauh. Sesekali temanku mengatakan padaku, "hey, tidakkah kamu lelah? Kamu mencintai orang yang tidak menyadari keberadaanmu, tidak mengetahui perasaanmu atau bahkan tidak peduli denganmu? The thing is when you fall in love, it's kind of like you go crazy. Before you know it, the whole world is different and then you'd do anything for the other person. Kejar!  Lalu kamu berjuang untuknya."
Sampai pada suatu ketika, ada sebuah kabar yang sangat mengejutkan. Kamu akan pergi dari sini. Hah! Kau tau? Saat itu aku hanya bisa diam. Tidak memikirkan apapun kecuali, memikirkan apa yang harus aku perjuangkan sebelum kau pergi dari sini. Tangis, yang telah berbaik hati menunjukkan kesedihanku menggebu-gebu. Aku juga berterima kasih kepada otak, karena ia tidak rewel sangat mengetahui kenyataan yang paling pahit sekalipun. Ia terus memberikan hal-hal positif kepada hati agar tidak terlalu larut dalam hal yang mungkin saja tidak terlalu penting. Tetapi, mata ini telah terlebih dulu mengeluarkan emosi kesedihannya saat itu.
Tidak ada satupun yang bisa kuperbuat saat itu. Hanya menumpahkan segala kekesalanku karena tidak kunjung berbuat apa-apa kepada sahabat-sahabatku. Itulah gunanya sahabat, mereka selalu ada untukku. Dengan mata terpejam, aku rasakan rindu merajam. Ingatan tentangmu kian tajam, tapi tetap kubiarkan perasaanku untuk tetap bungkam

Hingga pada akhirnya, ketakutanku akan kepergianmu dipatahkan oleh keberadaanmu didekatku. Kamu, yang aku sangka akan pergi dari tempat ini, tiba-tiba dengan santai nya kamu berjalan di depan mataku. Ini lucu, ketika aku sedikit mengikhlaskan orang yang aku sayang pergi, dia tiba-tiba saja muncul dihadapanku. Tentu ini bukan sebuah patokan untuk aku selalu ikhlas dan merelakan orang yang aku sayangi pergi. Itu hanya terjadi jika aku beruntung.

Kamu, yang telah satu tahun ini aku anggap spesial. Kamu yang selalu (mungkin) tidak menyadari keberadaanku. Bukan, aku bukan ingin mengganggu dimanapun kamu berada. Trust me. Kamu, yang selalu aku pedulikan tapi tak sedikitpun kamu perhatikan. Kadang, aku tidak berharap banyak padamu. Karena aku tahu, kamu tidak pernah meresponku. Sama sekali tidak. Mungkin pernah, tetapi hanya sesekali.
Tuhan mempertemukan aku dengan kamu untuk memperkenalkan aku dengan yang baik. I know we just met 1 year ago, but I do understand that God must be in good mood when He created you. Yang membuat aku jatuh cinta padamu adalah, senyumanmu, tawamu, candamu, ketampananmu, tingkah lakumu, ketakwaanmu pada Allah dan apapun yang kamu tuliskan di twitter. Tetapi bukan itu alasan mengapa aku menyukaimu. Itu hanya hal-hal yang membuat aku tambah menyukai mu. Hebat, bukan?



Disini, aku hanya berani menuliskan semua kekaguman-kekagumanku padamu melalui tulisan-tulisan kecil. Banyak yang aku ingin katakan padamu, tetapi lebih baik aku menyimpannya sendiri. You'll just never know that I have so many emotions I choose not to show. Ini mungkin lebih baik, mengingat aku bukan siapa-siapa untukmu. 

Aku bukan siapa-siapa yang harus kamu cari ketika aku menghilang dari pandanganmu.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kamu khawatirkan ketiuka kamu tak mendengar kabarku.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kamu rindukan ketika kamu jauh dariku.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kamu sebut dalam setiap doaku
Aku bukan siapa-siapa yang harus kamu cintai setiap hari
Aku bukan siapa-siapa yang harus mengisi hati dan pikiranmu.
Ya, Aku bukan siapa-siapa untukmu. Tapi kamu (hampir) menjadi segalanya untukku.
Tetapi aku harap, you can give me a chance. Just a little. I hope so.


I wanna be, I wanna be with you 
I’d like to be, I’d like to be with you 
If I were with you, I’ll hug you through a rainy day 
Don’t need to be your lover 
I don’t need more, anyting from you..


In the middle of the rain when the thunders come and strain 
I will never ever steal your coat 
I’ll be by your side to challenge the cold

In the middle of the war, I’ll be wearing what you wore 
I will never ever let you stand in the front and get shoot

If I were with you, we’ll watch oldies movies until it’s late 
If I were with you, I’ll never ever make you sad

I just wanna be with you




hati, maaf ya sudah bikin kamu sangat lelah.
-Hanny Anggara-

Monday, November 12, 2012

gws, Mommy :')

maybe I'll started this blog with a sadness.. I dunno what happened to my mom a few months. few months, she is always feel alone. alone amid the loneliness. whereas in my house very was crowded. there was me, my brother, my father, my grandmother and cousin. pretty crowded right?
and lately this situation became worse when she disturbed sleep for a few days. s
he had gone to religious teachers, to a psychiatrist. but no changes *sigh*
I really hate it when I can't do anything for my mother. time I write this, I cried. some imes my mom stay at my auty's home. and I had to endure some work at my home. no, I
did not mind. not at all. but I want my mom here, next to me.


"Mom, sorry if I hadn't been aware of the importance of long-time with you. I want you here. cook for me, says a lot about school, about the man that I love. and a lot of things. even I want to tell you things that you think are not important."

 
"God, I want mom recovered. I want mom well. I want mom feel better. it's easy You do it?
I want to swap all my reward for 17 years to cure my mom"

I love you, mama..........

Monday, November 5, 2012

1 year ago...


Malam ini, tepat pukul 23:23 aku akan menuliskan beberapa kalimat dan paragraf tentang dia.
Dia, yang satu tahun lalu membuat aku tersenyum tanpa sebab.
Dia, yang selama beberapa bulan membuat aku merasakan indahnya sebuah perasaan sayang.
Dia, yang satu tahun lalu untuk pertama kalinya 'menyadari' keberadaanku.
Dia, yang selama beberapa bulan merubah duniaku.
Dia, yang merubah cara pandangku akan adanya malaikat baik hati di dunia ini.
Dia, yang tiba-tiba saja masuk dikehidupanku.
Dia, yang dengan tiba-tiba tidak memilihku yang selalu siap sedia untuknya.
Iya, itu semua adalah dia.

Untuk pertama kalinya dalam hidup ini, aku akhirnya merasakan, bahwa in love could be that hurt. Aku belajar banyak sekali hal, untuk tidak terburu-buru berharap, untuk mencintai sesuai porsinya.
Tepat satu tahun yang lalu aku baru saja jatuh cinta pada seseorang yang sangat logis. Maksud logis disini adalah dia hampir memenuhi semua kriteria pria idamanku.

Iya, dia berkualitas. Tapi bukan itu intinya.

Ini adalah titik dimana semua kualitas itu tidak lagi berarti ketika dia tidak memiliki satu-satunya aset yang paling esensial--- mencintai aku.

Aku hanya ingin bilang, aku tidak mau tenggelam dalam rasa cinta yang salah. Tidak mau tenggelam dalam imagi tanpa ujung tentang kemungkinan-kemungkinan yang mungkin akan terjadi.
Aku punya kehidupan. Dia punya kehidupan.

Mungkin satu tahun yang lalu aku akan berkata dengan lantang, bahwa dia mengambil keputusan yang salah dengan tidak memilihku. Bahwa dia bodoh menyia-nyiakan cinta yang semenakjubkan yang kumiliki. Tapi, siapa lah aku untuknya? Nothing.

Lalu akhirnya aku sadar, bahwa itu semua bukan kebahagiaan.

Aku belajar merelakan dia. Tidak sekedar merelakan, namun juga sadar bahwa mungkin dia akan lebih baik jika tidak memilihku.

Berbulan-bulan aku berperang dengan ego ku sendiri. Menyangkal dan bersikeras bahwa dia adalah yang terbaik.
Iya...bagaimana mungkin seseorang yang sangat logis bisa tidak menjadi yang terbaik. Tentu saja dia terbaik. Aku tidak akan bisa menemukan yang selogis dia.

Namun aku harus mengalah. Dia membuat puzzle ku berantakan, dia tidak mampu mengapresiasikan aku sebagaimana aku mengapresiasikan dia.

Di titik ini aku mulai berfikir, apakah aku benar-benar mencintai dia? Aku mempunyai sejuta alasan mengapa aku mencintainya. Sehingga dunia pun bertanya, jika kelogisan itu hilang, akankah aku tetap mencintainya

Iya, aku merelakan dia bahagia bersama pilihannya. Iya, aku bohong kalau aku telah ikhlas dan rela seratus persen. Namun, aku terus berdoa agar Tuhan menganugrahkan keikhlas itu.

It's funny when how someone who was just a stranger one year ago, can mean so much to me. It's terrible that someone who meant so much to me one year ago, can be just a stranger now. It's amazing what a year can do.

"Thanks, for giving me such a great story, Now I'm blessed w were not ended up toghether. Because if we we're still together, aku ngga bakal bertemu dengannya :)"


 Hanny Anggara

Saturday, October 13, 2012

Brain & Heart

Brain: “Heart, i can’t reach you. Tell me your YM, i wanna talk to you”.
Heart : “Sorry, i’m busy preparing myself for him. Call me later”
Brain : “It’s about him, i had a bad feeling”
Heart : “Pardon me, feeling? Hey i owned that! Where’s your logic anyway?”
Brain : “I can’t reach you! if you keep not listen to me, i’m gonna dissapear. Let’s talk”
Heart : “I’m BUSY. LEAVE ME ALONE”
—————————————-
—————————————-
Heart : “Brain….. i’m not busy right now. This place is still empty. He’s not coming. Are you there?”
Heart in the head : “Yes, i am here”

[Ost. Snow White & The Seven Dwarfs]

Someday my prince will come
Someday I ‘ll find my love
And how thrilling that moment will be
When the prince of my dreams comes to me
He’ll whisper I love you
And steal a kiss or two
Though he’s far away I’ll find my love someday
Someday when my dreams come true

Someday I’ll find my love
Someone to call my own
And I know at the moment we meet
my heart will start skipping the beats
Someday we’ll say and do
Things we’ve been longing to
Though he’s far away I’ll find my love someday
Someday when my dreams come true

Someday my prince will come
Someday we’ll meet again
And away to his castle we’ll go
To be happy forever I know
Someday when spring is here
We’ll find our love anew
And the birds will sing and weddingbells will ring
Someday when my dreams come true

Tuesday, September 11, 2012

abt Sept (this month)

I recently made ​​curious by someone. I just knew him. But today he has made ​​me curious. Some facts about him makes me want to repeat the mistakes that almost a year ago (#R).
Isn't easy, when you have a bit of a sixth sense and a mind that can think of something twice as big. And I feel it. 
Wait for the next story from me.

P.S: it's a secret, just me and you who know. He and I met almost once a week xoxo